Selamat Datang Di Website Saya, Yuditha Anggraeni Affandi Skom., MMSI

Seorang manusia yang sedang berproses untuk menjadi lebih baik. Ibu dari 3 anak ganteng dari suami ganteng Aceng Luqman Taufiq. pernah belajar di Komunitas Bisnis Dari Rumah, BISMA Center, Click To Bricker dan Women OPTIMIZer. Sempat jadi staff tetap di salah satu Universitas swasta selama 12 tahun sebelum menemukan passionnya. Saat ini masih menjadi freelance Konsultan Umroh dan Haji, Konsultan Website Komunitas dan Sosial Media, dan sangat menikmati proses pekerjaannya. Berharap ingin menjadi ibu terbaik, istri terbaik dan mengharap Ridho Allah, karena Ridho Allah adalah KEBERUNTUNGAN yang TERBESAR...

Monday, September 30, 2019

7 Alasan Mengapa Kita wajib mengunjungi Masjid Al - Aqso

Banyak diantara kita yang mungkin sudah pernah ke Baitullah, sekali, dua kali, bahkan berkali-kali. tapi saya pernah bertanya, apakah sudah pernah mengunjungi masjid Al -Aqso ? Rata-rata menjawab belum pernah, penyebabnya yang sangat klise adalah, TAKUT. karena masuk ke daerah konflik Palestina-Israel tidak mudah, pemberitaan yang membuat orang jadi mempriorotaskan umroh daripada ke Aqso. Padahal kenyataannya Visa selalu dibuka dan tidak pernah tutup kecuali hari libur Israel.

Ini adalah 7 alasan mengapa kita WAJIB mendatangi Masjidil Aqsa berdasarkan Al Qur'an dan Hadits yang Shahih :

1. Larangan bersusah payah melakukan perjalanan jauh, kecuali ke 3 Masjid Utama

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda : “Tidak boleh bersusah-payah bepergian, kecuali ke tiga masjid, yaitu : Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (Nabawi) dan Masjidil Aqsha”
[HR Al-Bukhari dan Muslim]

2. Pahala Sholat di Masjidil Aqsa.

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

تَذَاكَرْنَا وَ نَحْنُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّهُمَا أَفْضَلُ أَمَسْجِدُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صلاَةٌ فِيْ مَسْجِدِيْ أَفْضَلُ أَرْبَعِ صَلَوَاتٍ فِيْهِ وَلَنِعْمَ الْمُصَلَّى هُوَ وَلَيُوْشَكَنَّ لأَنْ يَكُوْنَ لِلرَجُلِ مِثْلُ شَطْنِ فَرَسِهِ (وَفِيْ رِوَايَةٍ “مِثْلُ قَوْسِهِ”) مِنَ الأَرْضِ حَيْثُ يُرَى مِنْهُ بَيْتُ الْمَقْدِسِ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Kami saling bertukar pikiran tentang, mana yang lebih utama, masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau Baitul Maqdis, sedangkan di sisi kami ada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 
Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Satu shalat di masjidku lebih utama dari empat shalat padanya, dan ia adalah tempat shalat yang baik. Dan hampir-hampir tiba masanya, seseorang memiliki tanah seukuran kekang kudanya (dalam riwayat lain : seperti busurnya) dari tempat itu terlihat Baitul Maqdis lebih baik baginya dari dunia seisinya”
[HR Ibrahim bin Thahman dalam kitab Masyikhah Ibnu Thahman, Ath-Thabrani dalam kitab Mu’jamul Ausath, dan Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak]

Al-Hakim berkata, “Ini adalah hadits yang shahih sanadnya, dan Al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya. Adz-Dzahabi dan Al-Albani sepakat dengan beliau,
Hadits ini adalah hadits yang paling shahih tentang pahala shalat di Masjidil Aqsha. Hadits ini menunjukkan, shalat di Masjid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti empat shalat di Masjid Aqsha. Pahala shalat di Masjidil Aqsha setara dengan 250 kali (di masjid lainnya).

3. Sesiapa yang mendatangi Masjidil Aqsa karena ALLAH, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya seperti bayi yang baru lahir

Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda :

أَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ دَاوُدَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا بَنَى بَيْتَ الْمَقْدِسِ سَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خِلَالًا ثَلَاثَةً سَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حُكْمًا يُصَادِفُ حُكْمَهُ فَأُوتِيَهُ وَسَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ فَأُوتِيَهُ وَسَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حِينَ فَرَغَ مِنْ بِنَاءِ الْمَسْجِدِ أَنْ لَا يَأْتِيَهُ أَحَدٌ لَا يَنْهَزُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ فِيهِ أَنْ يُخْرِجَهُ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ (فِيْ رِوَايَةٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا اثْنَتَانِ فَقَدْ أُعْطِيَهُمَا وَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ قَدْ أُعْطِيَ الثَّالِثَةَ

“Sesungguhnya , ketika Sulaiman bin Dawud membangun Baitul Maqdis, (Ia) meminta kepada ALLAH Subhanahu wa Ta’ala tiga perkara :

1. Agar (diberi taufiq) dalam memutuskan hukum yang menepati hukumNya, lalu dikabulkan
2. Meminta kepada ALLAH Subhanahu wa Ta’ala dianugerahi kerajaan yang tidak patut diberikan kepada seseorang setelahnya, lalu dikabulkan
3. Memohon kepada ALLAH Subhanahu wa Ta’ala bila selesai membangun masjid, agar tidak ada seorangpun yang berkeinginan shalat disitu, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya, seperti hari kelahirannya”
(Dalam riwayat lain berbunyi : Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Adapun yang dua, maka telah diberikan. Dan saya berharap, yang ketigapun dikabulkan)”
[Hadits ini diriwayatkan An-Nasa’i, dan ini lafadz beliau, Ahmad dalam musnad-nya dengan lebih panjang lagi. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Haakim dalam kitab Mustadrak dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman, serta selain mereka]

4. Masjid ke-2 yang dibangun di muka bumi ini.


Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata :

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ بَعْدُ فَصَلِّهِ فَإِنَّ الْفَضْلَ فِيْهِ وَفِيْ رِوَايَةٍ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌ

“Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah. Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram”. 
Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsa”.
Aku bertanya lagi : “Berapa jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun.
Kemudian dimanapun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah, karena keutamaan ada padanya”. Dan dalam riwayat lainnya : “Dimanapun shalat menjumpaimu, maka shalatlah, karena ia adalah masjid”
[HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Dzar]

5. Masjidil Aqsa adalah Kiblat Pertama Umat Islam

Kaum Muslimin shalat menghadap ke arah Masjidil Aqsa (Palestina) semenjak mendapatkan perintah shalat pada malam Isra’ dan Mi’raj Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada tahun kesepuluh kenabian, tepatnya tiga tahun sebelum peristiwa hijrah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
Perintah menghadap Masjidil Haram dalam shalat baru datang enam belas bulan setelah Rasulullah melakukan hijrah, ketika turun firman ALLAH Subhanawata'ala : 
“Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya”. (Al-Baqarah: 150).

6. Masjidil Aqsa sebagai tempat Persinggahan Isra’ dan Mi’raj
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  melakukan Isra’ dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa (Palestina),
dan Mi’raj dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha. Allah Subhanawata'ala memberitakan Masjidil Aqsa sebagai
tempat akhir Isra’ dan permulaan Mi’raj, sebagaimana didalam firman-Nya: “Maha Suci Allah, yang telah
memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah Kami
berkahi sekelilingnya”. (QS. Al-Israa’: 1).

7. Palestina adalah tanah yang diberkahi ALLAH.

- ALLAH berikan keberkahan tanah ini dengan kebaikan dan tanahnya subur sehingga banyaknya buah buahan (Al A'raf ayat 137).
- Nabi Ibrahim dan Nabi Luth 'Alayihi Salam diselamatkan ALLAH dengan memberikan perintah untuk ke tanah yang didalamnya telah kami berkahi. Ibnu Ka'ab mengatakan itu adalah Syam (Al Anbiya ayat 71).
- Nabi Sulaiman 'Alayihi Salam juga mendapatkan perintah ALLAH Subhanawata'ala untuk mendatangi tanah yang didalamnya terdapat keberkahan (Al Anbiya ayat 81).
- ALLAH Subhanawata'ala mengkaitkan antara penduduk Yaman dan Palestina, dimana setelah Ratu Bilqis bersyahadat. Ibnu Abbas berkata : Tanah itu adalah Baitul Maqdis, Kisah pemerintahan Nabi Sulaiman terhadap Palestina dan Yaman pada zaman kerajaan SABA. Maka tampaklah kekuasaan dan kesejahteraan yang meliputi seluruh wilayah kekuasaan akibat pemerintahannya karena dihukumi syariat ALLAH (Al Saba ayat 18).

Dari 7 alasan ini, tidakkah kita tergerak hati untuk berkunjung ke Masjidil Aqsho ?
Informasi mengenai biaya, destinasi dan perjalanan program ziyarah aqso bisa menghubungi saya di 0813-1133-5583

Wednesday, April 10, 2019

KLIS, Solusi Pendidikan berkarakter Islami dan memiliki Jiwa Perdamaian

Kemarin, tanggal 9 April 2019, saya berkesempatan untuk menghadiri Forum Internasional mengenai Islam, Pendidikan dan Global Peace. Tema "Islam, Education dan Global Peace" sedikit menggelitik hati saya, karena memang sejak dahulu faktanya Islam selalu dicap sebagai perang, radikal, teroris dsb. Rasanya agak sulit melepas stigma tersebut tanpa masuk dan belajar lebih dalam tentang bagaimana makna Islam yang sesungguhnya.


Karena saya termasuk orang yang sangat peduli dengan pendidikan, tidak ada salahnya buat saya untuk menambah wawasan dengan datang ke acara kemarin. Bersyukurnya karena lokasi rumah saya sangat dekat dengan transportasi MRT maka tidak sulit untuk saya untuk datang ke K-Link Tower tepat waktu, tidak kurang dari 30 menit saja dari Lebak Bulus :).






Tiba di lokasi, saya langsung registrasi, lalu melihat rundown acara, ternyata banyak kegiatan pada tanggal 9 April 2019 lalu, lebih tepatnya lagi momen dimana banyak sekali tokoh-tokoh pendidikan yang hadir, kalau tidak salah lebih dari 60 universitas dari seluruh dunia, Masyaa Allah...

Acara yang diselenggarakan di K-Link Tower tersebut bekerjasama dengan Asian Islamic Universities Association (AIUA) sekaligus launching sekolah Islam International milik K-Link Indoensia yaitu KLIS (Knowledge Link International Culture) saat ini khusus untuk primary school dan secondary school. Adapun lokasi KLIS sendiri ada di 2 tempat yaitu di Gedung K-Link Tower lantai 11 dan kawasan Sentul Bogor.

Saat acara dimulai, dibuka dengan 2 pembawa acara, yang satu berbahasa Arab, satu lagi berbahasa Inggris, karena tokoh-tokoh pembicara yang hadir berbahasa Arab dan Inggris, dan juga bahasa Melayu (Malaysia).

Acara ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dibuka oleh Presiden Director Klink Indonesia, Dato' Radzi. Secara singkat Dato' Radzi menjelaskan kenapa ada sekolah KLIS. KLIS lahir dari kurikulum yang terintegrasi yang bukan hanya dunia tetapi juga akhirat, diharapkan dengan integrasi kurikulum yang diformulasikan maka pelajar KLIS akan menjadi pribadi yang cerdas secara akademik dan juga dinamis dalam kecerdasan spiritual dan sosialnya.


Lalu dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara 3 tiga lembaga pendidikan besar seperti USAS (University Sultan Azlan Shah), Madina Institute dan KLIS (Knowledge Link Intercultural School) Secondary. Kerja sama tersebut sebagai bentuk dari aplikasi kurikulum yang terintegrasi yang di dalamnya terdapat cakupan mata pelajaran Tahfizh Qur’an, Arabic Language dan Islamic Studies.





Setelah acara penandatangan MoU saya dan undangan khusus, menuju ke ruangan konferensi media, dimana kami bebas untuk bertanya mengenai penandatanganan MoU tadi dan juga tentang KLIS yang baru saja diluncurkan.


Beberapa pertanyaan menggelitik terutama adalah masalah biaya, karena seperti yang kita ketahui bersama, tidak hanya di ibukota, semua orangtua menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dan secara levelisasi, semakin baik fasilitasnya, tentu saja biayanya juga akan semakin mahal, bukankah demikian ? :)

Pertanyaaan tersebut dijawab secara diplomatis oleh Direktur K-Link Indonesia, bahwa mahal itu relative, tidak menutup kemungkinan pelajar yang berprestasi di bidangnya akan diberikan beasiswa oleh institusi yang bekerjasama dengan KLIS, misalkan, penempatan belajar di Madina Institute di USA atau South Africa, atau belajar di USAS Malaysia.

Pendidikan karakter pelajar KLIS juga menggarisbawahi bahwa Islam itu damai, bukan identik dengan kekerasan atau perang  juga ditekankan pada konferensi tersebut.

Selesai konferensi media, saya berkesempatan juga untuk melihat-lihat ruang kelas belajar yang akan digunakan oleh pelajar KLIS tingkat secondary, berikut ruangan-ruangan yang sempat saya abadikan sedikit.






Setelah acara tersebut dilanjutkan lagi dengan acara seminar Seminar yang membahas tentang kurikulum pengajaran KLIS ini menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan internasional dari dalam dan luar negeri, di antaranya, Sheikh Dr. Muhammad Bin Yahya Al-Ninowy (Pendiri Madina Institute dari USA), Prof. Dr. M. Amin Abdullah (Mantan rektor UIN Sunan Kalijaga Indonesia), Prof. Dr. Amany Lubis (Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Dr. Mikdar Rusdi (Senior Assistant Professor dari Seri Begawan Religious College, Brunei Darussalam), Assoc Prof. Dr. Ismal Lutfi Japakya (Rektor dari Fatoni University, Thailand), dan Dato’ Dr. Muhammad Nur Manuty (Chairman of UNISZA, Malaysia).


Dan seperti yang sudah saya sebutkan di awal, ada sebanyak 60 universitas yang menjadi anggota di dalam asosiasi AIUA hadir dalam seminar tersebut, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, University Sultan Azlan Shah, Madina Institute, Fatoni University, dan sebagainya.

Semoga acara kemarin diharapkan dapat mewakili bahwa kami cinta pendidikan, Islam yang cinta perdamaian dengan berbagai suku bangsa di Indonesia menjadi sebuah pondasi dasar untuk menciptakan generasi yang taat pada Allah, taat pada orangtua, cerdas spiritual dan social dan kelak akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang mencintai perdamaian, sebagaimana Islam adalah Rahmatan Lil Alamin.

Oiya, bagi yang mau mendaftarkan putra-putrinya di KLIS, masih ada potongan harga sebesar 30%, tapi batasnya sampai kapan saya tidak tahu, sebaiknya segera saja kalau berminat ya :)