Selamat Datang Di Website Saya, Yuditha Anggraeni Affandi Skom., MMSI

Seorang manusia yang sedang berproses untuk menjadi lebih baik. Ibu dari 3 anak ganteng dari suami ganteng Aceng Luqman Taufiq. pernah belajar di Komunitas Bisnis Dari Rumah, BISMA Center, Click To Bricker dan Women OPTIMIZer. Sempat jadi staff tetap di salah satu Universitas swasta selama 12 tahun sebelum menemukan passionnya. Saat ini masih menjadi freelance Konsultan Umroh dan Haji, Konsultan Website Komunitas dan Sosial Media, dan sangat menikmati proses pekerjaannya. Berharap ingin menjadi ibu terbaik, istri terbaik dan mengharap Ridho Allah, karena Ridho Allah adalah KEBERUNTUNGAN yang TERBESAR...

Wednesday, March 11, 2015

Belanja Online, antara Kemudahan dan Resikonya


Teknologi dan zaman yang makin modern, membuat gaya hidup juga semakin berubah.

Dulu untuk berbelanja kita harus pergi ke pasar tradisonal, memilih barang dan melakukan tawar menawar harga pada pedagang di pasar.

Inovasi yang semakin berkembang dan terbaru membuat gaya berbelanja kini mulai mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Saat ini, selain punya toko offline di pasar atau mall, kini banyak juga pengusaha ukm yang juga mempunyai toko online.

Saat mempunyai Toko Online, disinilah kredibilitas sebuah toko online mulai dibangun. Saya sendiri mulai toko online sejak 2007, jualannya ? apa saja saya jual. mulai dari kopi, teh, siomay, sampai alat kecantikan, dan terakhir saya mencoba mengedukasi masyarakat dalam hal ibadah umroh, melalui online.

Belajar berproses, karena saya tidak mau menipu orang lain, maka prosedur pun saya jalankan sesuai ajaran Rasulullah dalam berdagang. Kalau mereka tidak percaya biasanya saja ajak cod di jam kerja jika saya ada produknya. Jika yang order dari luar Jakarta, biasanya setelah mereka transfer mereka langsung saya kirimkan no resi pengirimannya, supaya mereka bisa cek dari ekspedisinya sudah sampai mana barangnya.

Simple, tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Jujur sesekali kadang saya tidak memberikan no resi, tapi saat itu saya meyakinkan mereka bahwa barangnya sudah dikirim, jika dalam 1 minggu barang tidak sampai maka saya kirim barang pengganti. (pernah saya alami karena mobil ekspedisinya dirampok dan semua barang dibawa kabur, pihak ekspedisi menelp saya dan meminta maaf)

Itu dari sisi saya sebagai penjual. Bagaimana kalau saya membeli barang online ? Pernahkah saya tertipu ?

Tertipu mungkin tidak ya, tapi tanda-tanda bahwa penjualnya amanah atau tidak buat saya sangat mudah. 

Saat mereka tidak menjawab sesuai permintaan saya, which is sangat simple, yaitu barang sudah dikirim atau belum, saat mereka dengan cepat memberikan no resi, dan barang cepat sampai, maka saya akan merekomendasikan toko online tersebut pada teman" yang membutuhkan. 

Jika tidak ? saya masih pakai pendekatan secara halus....

Jika masih belum sampai juga ??

Sepertinya saya harus bertindak lebih jauh, seperti memblacklist toko online di media sosial agar kejadian yang menimpa saya tidak terulang lagi dan tidak jatuh banyak korban lagi.

Seperti kejadian yang baru menimpa saya saat saya order di salah satu toko online busana muslimah....

Subhanallloh....