Selamat Datang Di Website Saya, Yuditha Anggraeni Affandi Skom., MMSI

Seorang manusia yang sedang berproses untuk menjadi lebih baik. Ibu dari 3 anak ganteng dari suami ganteng Aceng Luqman Taufiq. pernah belajar di Komunitas Bisnis Dari Rumah, BISMA Center, Click To Bricker dan Women OPTIMIZer. Sempat jadi staff tetap di salah satu Universitas swasta selama 12 tahun sebelum menemukan passionnya. Saat ini masih menjadi freelance Konsultan Umroh dan Haji, Konsultan Website Komunitas dan Sosial Media, dan sangat menikmati proses pekerjaannya. Berharap ingin menjadi ibu terbaik, istri terbaik dan mengharap Ridho Allah, karena Ridho Allah adalah KEBERUNTUNGAN yang TERBESAR...

Friday, October 3, 2014

Review Film Haji Backpacker : Kamu Muslim ? Muslim Yang Baik seharusnya bisa membaca Al-Qur'an dengan Baik


Kemarin saya ditraktir nonton film Haji Backpacker bareng manajemen Nurrahma Travel, di Pejaten Village XXI. Berhubung film ini mendukung aktivitas saya sebagai Konsultan Umroh Haji, saya jadi pingin mereview film ini melalui sedikit tulisan saya.

Secara keseluruhan saya tidak terlalu puas dengan film ini, terutama alur ceritanya, yang menurut saya agak membingungkan. Tapi saya mau skip dulu bagian yang tidak memuaskan saya. Saya mau cerita bagian yang menyenangkannya dulu ya :)

Saya paling suka dengan setting lokasinya. Indah. Itu mungkin kata-kata yang tepat yang bisa saya gambarkan, menghibur di tengah-tengah jalan cerita yang "gak nyambung" (eh curhat lagi deh, hehe).Setting lokasi yang digambarkan indah, agak mirip dengan shooting "National Geographic" menurut saya, membuat saya pingin "loncat" dan berada di sana, hiks.

Satu adegan yang membuat saya tersentuh adalah saat Mada diinterogasi karena dikira agen Mossad, agen Israel dll. Dan saat pimpinannya bertanya pada Mada dibawah ancaman senjata dan pukulan, "Kau benar Muslim ? Kalau kamu benar seorang Muslim, maka bacalah Al-Qur'an ini. Bacalah, bacalah dengan nama Tuhanmu"

Seorang Muslim yang baik seharusnya bisa membaca Al-Qur'an. Pesan itu tergambar dengan baik pada film ini. Sejauh-jauhnya Mada dari Tuhan karena protes karena do'anya tak kunjung terjawab, di masa kecil didikan membaca Al-Qur'an dari ibu kandungnya membuat Mada bisa membaca Al-Qur'an dengan baik.

Hal yang kurang berkesan dan saya pikir mungkin terlewat oleh sang sutradara adalah saat ayah Mada ngobrol dengan Mada, sambil minum teh. Sepele sih, tapi sayang sekali, Ray Sahetapi sebagai pemeran Ayah memegang gelasnya dengan tangan kiri. Adab Muslim yang baik seharusnya memegang dengan tangan kanan.

Hal menggelitik lainnya adalah kardus. Agak lucu sih. Bagaimana bisa Mada tidak terdeteksi di dalam kardus dari Vietnam bisa sampai ke China ? hehehe

Kesimpulannya, film ini hanya untuk dinikmati, tidak untuk difikirkan jalan ceritanya, karena membingungkan, hehehe. Overal, film ini lumayan dengan kehadiran aktor Abimana sebagai Mada. Gayanya yang maskulin pas untuk karakter Mada.

Dan sehabis nonton kami foto bareng dengan manajemen PT Nurrahma Aulia Abadi dan tim. Semoga bermanfaat review film Haji Backpacker versi saya ya :)