Selamat Datang Di Website Saya, Yuditha Anggraeni Affandi Skom., MMSI

Seorang manusia yang sedang berproses untuk menjadi lebih baik. Ibu dari 3 anak ganteng dari suami ganteng Aceng Luqman Taufiq. pernah belajar di Komunitas Bisnis Dari Rumah, BISMA Center, Click To Bricker dan Women OPTIMIZer. Sempat jadi staff tetap di salah satu Universitas swasta selama 12 tahun sebelum menemukan passionnya. Saat ini masih menjadi freelance Konsultan Umroh dan Haji, Konsultan Website Komunitas dan Sosial Media, dan sangat menikmati proses pekerjaannya. Berharap ingin menjadi ibu terbaik, istri terbaik dan mengharap Ridho Allah, karena Ridho Allah adalah KEBERUNTUNGAN yang TERBESAR...

Monday, November 10, 2014

Pernah Naik ke Lantai 3 Masjidil Haram ?

Masjidil Harom, dengan segala kemegahan dan Kabah yang selalu mempesona saya,
Walaupun saya sudah empat kali ke Tanah Suci. tapi saya tidak pernah bosan pergi ke Tanah Suci setiap tahunnya. Alhamdulillah saya selalu berniat kuat ke Bautulloh dan selalu dimudahkan.

Satu keinginan saya yang belum terwujud, yaitu pergi haji. Semoga Allah selalu memudahkan saya untuk dapat secepatnya pergi haji. Aamiin.

Masjidil Harom sekarang sudah semakin terlihat cantik setelah direnovasi. Saya sudah beberapa kali shalat di Masjid Harom dari berbagai sudut.

Untuk dapat melihat suasana Masjidil Harom dari atas, kita todak perlu menyewa kamar hotel dengan view Ka'bah / Masjidil Harom. Cukup pergi ke lantai 2 dan 3 masjid Haroum. Untuk naik ke lantai 2 cukup dengan menggunakan tangga manual, atau eskalator, atau lift, atau jembatan yang langsung menghubungkan ke lantai 2 masjid.
Sementara untuk naik ke lantai 3 saat musim umroh hanya dapat melalui eskalator di pitu No. 10 Selebihnya ditutup.

Tetapi....
Sayangnya untuk bisa naik ke lantai 3 saat musim umroh hanya bisa dilakukan oleh jamaah yang laki-laki saja :(
Perempuan ? tidak bisa naik ke lantai 3.
Mau naik ke lantai 3? Maka berhajilah !! Karena saat musim haji, lantai 3 terbuka untuk siapa saja.

Jujur, saya masih penasaran naik ke lantai 3 Masjidil Harom saat umroh, hehehe. Semoga saya bisa mencobanya Maret 2015 nanti...Aamiin. :)




Sunday, November 9, 2014

Kondisi Yang Tidak Dapat Dihindari oleh Travel Yang Melayani Umroh Haji

Sebagai seorang Konsultan Umroh Haji, rasanya pengalaman saya setiap harimya selalu baru, penuh kejutan. Waktu saya memulai sebagai seorang Marketing Online (saya belum berani menyebut sebagai konsultan waktu itu), sungguh, begitu ceteknya pengetahuan saya tentang umroh haji, dan begitu kompleksnya pengalaman-pengalaman saya, yang kebanyakan adalah cerita pahitnya (enakan minum kopi pahit, hehehe).

Ibadah Umroh, sepertinya mudah, jika niat kita kuat dan bersih, tapi beberapa hal tertentu dapat menyebabkan niat kita untuk ibadah umroh/haji terganggu dengan beberapa hal.

Untuk itulah saya, Yuditha Pin BB 7ED8484A ingin sekali berbagi pengalaman, kali ini tentang kondisi yang tidak dapat dihindari oleh sebuah Travel Layanan Umroh Haji.

Berikut saya jabarkan berdasarkan pengalaman pribadi, bukan bermaksud menggurui :)

1. Maskapai 

    Dari sisi maskapai, terkadang ada saja maskapai, baik yang sudah besar maupun baru, yang seenaknya membatalkan flight secara sepihak. Biasanya maskapai yang cancel flight jenis flight carter, yang harus memenuhi kuota penumpang sesuai seat yang ada. Misalkan ada 500 seat harus terisi 500 seat, kalau tidak maka Maskapai tersebut tidak akan berangkat sesuai schedule.
Atau hal lainnya adalah, maskapai tidak mendapatkan landing permit / izin terbang ke Jeddah. Ini pernah dialami oleh Batavia Air, yang dinyatakan bangkrut.
Jika ini terjadi, maka Travel harus segera mengubah skedule dengan maskapai yang lainnya. Dan seringnya memang travel tidak punya pilihan lain dengan maskapai yang masih ada. Ini yang harus dipahami oleh calon jamaah seandainya hal tersebut terjadi.

2. Visa Umroh.

    Beberapa calon jamaah bisa saja direjek permohonan visanya oleh kedutaan Saudi Arabia. Hal ini bisa terjadi oleh beberapa hal. Satu diantaranya adalah dicurigai berasal dari daerah yang disinyalir "kantong TKI"  Hal ini menyebabkan calon jamaah yang seharusnya berangkat menjadi gagal karena kecurigaan dari kedutaan. 
Hal yang lainnya adalah permohonan ditolak karena menggunakan penerbangan transit lebih dari dua kali transit. Keputusan ini diambil oleh pihak Kedutaan Saudia semata-mata untuk keamanan dan perlindungan jamaah umroh.

Kedua hal tersebut diatas salah satunya memang tidak dapat dihindari oleh Travel Umroh. Seringnya karena banyaknya calon jamaah yang tidak memahami kondisi diatas, maka seringnya Travel Umroh Haji yang disalahkan jika terjadi kondisi di atas.

Maka, jika terjadi demikian, kembalikan lagi pada diri sendiri, niat kita apakah sudah lurus untuk ibadah pada Allah, Jika ini memang Ujian dari Allah, apakah kita mampu mengendalikannya dan sabar dengan solusinya ?

Segala kesalahan ada pada saya, dan semua kebenaran hanya milik Allah Azza Wa Jalla.

Semoga sharing saya bermanfaat :)



    

Friday, November 7, 2014

Perlukah Suntik Meningitis untuk Haji dan Umroh ?



Untuk keperluan umroh dan haji, salah satu syarat untuk mendapatkan visa Umroh atau visa kunjungan ke Saudi Arabia adalah harus suntik meningitis.
Jujur saya pribadi sudah empat kali ke Saudi Arabia dalam rangka ibadah umroh. Dan...saya gak pernah suntik meningitis, dengan pertimbangan hanya 9 hari, short trip, sehingga saya fikir tidak terlalu urgent untuk suntik meningitis.

Tetapi saya fahami mengapa pemerintah Saudi memberlakukan setiap orang yang berkunjung ke negara lain harus diproteksi dengan suntik meningitis, makanya jangan menirukan perbuatan saya yang nakal tidak suntik meningitis yaaa.... :d

Meningitis merupakan penyakit yang mematikan.Penyakit ini dikategorikan dalam penyakit darurat medis. Mengutip istilah kesehatan, meningitis adalah membran pelindung yang menutup otak dan sumsum tulang belakang sehingga terjadi peradangan. Peradangan itu bisa disebabkan karena virus, bakteri, atau mikroorganisme.

Tanda-tanda terserangnya meningitis gejala umumnya adalah sakit kepala, kekakuan leher, terkait kesadaran, demam, kebingungan, muntah, dan ketidakampuan mentoleransi cahaya atau suara.

Daerah yang banyak ditemukan endemi meningitis adalah negara seperti Saudi Arabia, Nepal, Kenya dan sekitarnya.

Sejak 2002 Pemerintah Saudi memberlakukan jamaah yang ingin ibadah baik umroh dan haji Wajib untuk melakukan suntik mengitis. Persoalannya yang jadi dilema saat itu adalah vaksinnya masih terbuat dari bahan yang tidak halal, karena disinyalir mengadung enzin yang berasal dari babi.

Fatwa dari MUI adalah haram jika menggunakan vaksin meningitis jika bahannya mengandung yang tidak halal, seperti enzym baby. Ada 3 jenis vaksin yang beredar di Indonesia berdasarkan tinjauan MUI, yaitu :
1. Vaksin produksi Glaxo Smith Kline Beecham Pharmaceutical, Belgia, dinyatakan haram karena mengandung enzym babi.
2. Vaksin Menveo Meningococcal produksi Novartis Vaccine, sudah dinyatakan halal.
3. Vaksin Meningococcal produksi Zhejiang Tianyuan Bio Pharmaceutical, sudah dinyatakan halal.

Jadi, bagi teman-teman yang akan menunaikan ibadah umroh dan haji tidak perlu khawatir untuk suntik meningitis, karena sudah ada vaksin yang halal. Pastikan untuk menanyakan kehalalannya kepada staf kesehatan yang menangani anda.

Oya, jangan khawatir, vaksin meningitis ini berlaku hingga 2 tahun, jadi bagi yang setiap tahun rutin ibadah umrohnya, tidak perlu suntik setiap tahun.

Saya Yuditha, Pin BB 7ED8484A, semoga sharing saya bermanfaat.