Selamat Datang Di Website Saya, Yuditha Anggraeni Affandi Skom., MMSI

Seorang manusia yang sedang berproses untuk menjadi lebih baik. Ibu dari 3 anak ganteng dari suami ganteng Aceng Luqman Taufiq. pernah belajar di Komunitas Bisnis Dari Rumah, BISMA Center, Click To Bricker dan Women OPTIMIZer. Sempat jadi staff tetap di salah satu Universitas swasta selama 12 tahun sebelum menemukan passionnya. Saat ini masih menjadi freelance Konsultan Umroh dan Haji, Konsultan Website Komunitas dan Sosial Media, dan sangat menikmati proses pekerjaannya. Berharap ingin menjadi ibu terbaik, istri terbaik dan mengharap Ridho Allah, karena Ridho Allah adalah KEBERUNTUNGAN yang TERBESAR...

Tuesday, April 15, 2014

Umroh Tanpa Mahram, bagaimana hukumnya ?


Bagi wanita, ada hal-hal yang membatasi diri kita sebagai seorang perempuan dalam menjalankan ibadah, mulai dari shalat, kita dibatasi oleh haid, dibatasi oleh nifas. Shalat Jum'at, shalat wajib berjamaah atau taraweh berjamaah di masjid juga dibatasi karena wajib hukumnya perempuan jika sudah menikah untuk menjaga harta suaminya saat sedang di luar rumah, kecuali suami mengizinkan.

Demikian pula halnya dengan melaksanakan ibadah umroh dan haji. Sebagai seorang perempuan, apalagi masih berusia dibawah 45 tahun, tidak wajib baginya untuk umroh atau haji tanpa didampingi oleh Suami atau ayah kandung atau saudara laki-laki kandung diatas 17 tahun.

Secara regulasi, pemerintah Arab Saudi mensyaratkan perempuan di bawah 45 tahun harus didampingi suaminya, ayahnya atau saudara laki-lakinya.

Kebanyakan dari persyaratan  tidak dapat dipenuhi karena berbagai halangan, misalnya, ayahnya sudah meninggal, tidak punya saudara laki-laki dan belum menikah. Halangan lainnya misalnya suaminya tidak dapat mendampingi karena urusan pekerjaan, dsb.

Saya pribadi pernah umroh tanpa didampingi suami. Tetapi suami mengizinkan dan saya luruskan niat untuk ibadah di Tanah Suci. Beberapa Travel ada yang membuat surat mahram, dengan istilah "mahram tumpang" utk kasus seperti saya karena saya tidak didampingi suami.
Sebenarnya secara hukum Islam tidak boleh karena menurut hadits Rasulullah :
“Tidak halal bagi perempuan yang beriman dengan Allah dan hari akhirat untuk keluar tiga hari atau lebih, melainkan bersama-samanya bapanya atau saudara kandung lelakinya atau suaminya atau anak lelakinya atau mana-mana mahramnya”[HR Bukhari dan Muslim] (di dalam riwayat lain ada dinyatakan satu hari satu malam dan ada yang menyebut dua hari dua malam).
Perkara ini bukan menutup peluang wanita untuk mengerjakan haji atau umroh, bukan juga merupakan satu diskriminasi kepada kaum wanita. Tetapi hukum ini adalah hukum yang telah ditetapkan oleh Islam untuk kemashlahatan wanita itu sendiri.  Sebagai seorang Muslim, kita telah sedia maklum bahawa apa-apa ketetapan yang dibuat oleh Allah dan RasulNya, adalah hukum yang wajib dipatuhi. Adalah jelas sekiranya syarat mahram tidak dipenuhi maka hukum wajib haji dan umrah kepada seseorang wanita tidak berlaku.

Setiap orang Islam perlu melakukan ibadah yang terbaik dan ibadah yang terbaik ialah menepati syariat. Maka mestilah difahami dengan benar bahawa dalam bab mahram, Islam tidak memiliki istilah “mahram  tumpang”. Oleh itu, dalam melaksanakan ibadah kepada Allah S.W.T, perkara-perkara yang melibatkan tata cara dan hukum-hukum ini seharusnya dipatuhi secara tauqifiyyah (seadanya, tanpa menambah-nambah) bagi memastikan hukum terpelihara dan tidak mendapat kemurkaan Allah S.W.T.

Ya Allah, ampuni hamba atas segala dosa yang telah hamba perbuat....


Peluang apa yang kita pilih ?

Ada banyak peluang untuk melakukan KEBAIKAN, semoga kita dimudahkan...

KERUGIAN yang menyengsarakan adalah, ketika kita tahu ada banyak peluang kebaikan, akan tetapi kita tidak dapat menjamahnya...

KESENGSARAAN yang merugikan adalah ketika kita tahu SURGA itu seluas langit dan bumi, akan tetapi kita tidak mendapat tempat barang setapak kakipun...

Tetap semangat....
Niatkan semua aktivitas kita karena mengharap Ridho Allah, semoga Allah Ridho, kelak, hamba yang hina ini masih mendapat tempat sepetak kecil SURGA-MU....Aamiin

Sunday, April 13, 2014

Alhamdulillah, Menang kontes

Kemarin saya bersilaturahim dengan member komunitas WomenOPTIMIZer sekaligus menghadiri pertemuan Angel Investor Crowd Funding.
Yang bikin saya senang adalah saat bertemu dengan teman-teman, karena sudah lama sekali tidak ketemuan.

Selesai acara, saya meeting sebentar dengan pak Ali Akbar untuk persiapan training di Serang. Ada yang menahan saya untuk jangan pulang dulu. Ternyata ada pemberian hadiah untuk saya sebagai pemenang kontes TOP Member selama 4 bulan berturut-turut. Alhamdulillah dapat uang tunai 2 juta rupiah, bersyukur atas rezeki yang saya dapatkan hari itu.
Kontes TOP member Women OPTIMIZer adalah kontes untuk keaktifan member di website komunitas tersebut.

Bukan hanya itu, saya juga mendapat hadiah baju ekslusif dari Gadiza Boutique karena menjadi salah satu pemenang untuk kontes dalam rangka 1 tahun Women OPTIMIZer. Alhamdulillah, nikmat Tuhan yang manakah yang kau dustakan ?


Friday, April 11, 2014

Afirmasi dari seorang teman

Dari seorang teman motivator hypnoterapi di facebook bapak Hermawan, beliau membagikan 30 kartu untuk dipakai afirmasi setiap harinya, mulai dari hari 1 sampai hari ke 30
Saat saya perhatikan, ternyata isi tulisan di kartu hari pertama hingga hari ke-30 semuanya sama. Saya baru sadar, ternyata yang namanya afirmasi adalah pengulangan apa yang akan kita capai hingga akhirnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Persis seperti saya afirmasi ke Tanah Suci, dan sekarang selalu saya afirmasi setiap tahun harus berkunjung ke Tanah Suci

Kurang lebih bunyi afirmasinya seperti ini :


Yuk, afirmasi jadi orang yang lebih baik :)

Akhirnya, bisa juga....

Setelah lama ga bikin tulisan, karena saya menganggap website saya tidak indah dan kurang representatif, akhirnya memberanikan diri dan "dipaksakan" untuk otak atik sendiri....

Hasilnya....yah lumayanlah....semoga banyak yang berkunjung ke website saya,walau masih perlu perbaikan disana-sini :)

Friday, April 4, 2014

Beruntunglah jadi muslim Indonesia

Alhamdulillah, tanggal 3 April 2014 lalu, berangkat lagi grup umroh Cahaya Khadija Wisata 33 orang. Sempat dag dig dug karena visa baru disetujui, paginya sudah harus take off menuju Jeddah.
Sebagai seorang muslin dan penduduk Indonesia, sepatutnya kita beruntung. Dibandingkan negara tetangga seperti di Turki atau Malaysia, kita masih dipermudah untuk melaksanakan ibadah umroh dan ibadah haji.
Di Turki, ijin untuk berangkat umroh hanya berlaku untuk penduduk yang usianya diatas 50 tahun dan izin untuk melaksanakan ibadah haji sangat sulit, usia muda dibatasi untuk ijin umrohnya.
Di Malaysia antrian haji adalah 50 tahun, sedangkan di Indonesia paling lama 15 tahun. Beruntunglah kita yang masih diberi kemudahan untuk beribadah umroh dan haji, tidak ada larangan usia muda untuk beribadah ke Tanah Suci.
So, mumpung belum dilarang ibadah ke Tanah Suci selagi muda, mari dipantaskan sekali sebelum mati ke Tanah Suci.