Selamat Datang Di Website Saya, Yuditha Anggraeni Affandi Skom., MMSI

Seorang manusia yang sedang berproses untuk menjadi lebih baik. Ibu dari 3 anak ganteng dari suami ganteng Aceng Luqman Taufiq. pernah belajar di Komunitas Bisnis Dari Rumah, BISMA Center, Click To Bricker dan Women OPTIMIZer. Sempat jadi staff tetap di salah satu Universitas swasta selama 12 tahun sebelum menemukan passionnya. Saat ini masih menjadi freelance Konsultan Umroh dan Haji, Konsultan Website Komunitas dan Sosial Media, dan sangat menikmati proses pekerjaannya. Berharap ingin menjadi ibu terbaik, istri terbaik dan mengharap Ridho Allah, karena Ridho Allah adalah KEBERUNTUNGAN yang TERBESAR...

Tuesday, May 17, 2011

Jangan Menilai Saat Sulit

Seorang ayah menyuruh keempat anaknya melihat pohon pir di dalam hutan pada empat musim yang berbeda.

"Pohon pir itu pohon jelek, tidak berdaun, kering dan bengkok pula batangnya," komentar anak pertama saat musim dingin.

"Pohon pir itu menggembirakan dan penuh dengan kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan," komentar anak kedua pada musim semi.

"Pohon pir itu pohon yang cantik yang dipenuhi oleh bunga-bunga bermekaran berbau harum," komentar anak ketiga ketika musim panas.

Anak keempat tidak setuju dengan pendapat ketiga saudaranya.
"Bahwa pohon itu dipenuhi oleh buah-buah ranum, harum, dan enak," ujar anak keempat pada musim gugur.

Sang ayah berkata bahwa mereka semua benar, hanya saja mereka melihat pada waktu yang berbeda. Dan sang ayah berpesan, "Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya pada suatu masa yang sulit."

Ketika kita sedang menghadapi sesuatu masa yang sulit, segalanya menyedihkan, banyak kegagalan dan kekecewaan. jangan cepat menyalahkan diri sendiri atau orang lain, bahkan berkata kita tidak mampu, bodoh dan bernasib sial.

"Di tangan Tuhan hidup kita." Berarti tidak ada istilah nasib sial bagi orang yang yang beriman. Kerjakan apa yang menjadi bagian kita dan percayalah ALLah SWT akan mengerjakan bagianNya.

Jika kita tidak bersabar ketika berada dalam musim dingin, maka kita akan kehilangan keindahan musim semi yang cantik, kehangatan musim panas yang menjanjikan harapan. dan kita tdak akan memanen hasil pada musim gugur.

Kegelapan malam tidak selamanya bertahan, esok akan ada fajar yang mengusir kegelapan. Ada harapan, ada kegembiaraan dan tersenyumlah (^,^)

(diambil dari mozaik surau Baitulamin)